Stasiun dan Terminal Wajib Menyediakan Jalur Pemandu
Jalur pemandu adalah ubin bertekstur yang dipasang pada lantai untuk menuntun pejalan kaki dengan disabilitas penglihatan. Ada dua bentuk utama: ubin bergaris memanjang yang menunjukkan arah berjalan, dan ubin berbintik yang menandai titik berhenti, perubahan arah, atau bahaya di depan. Keduanya hanya berguna bila dipasang sebagai satu rangkaian yang tidak terputus.
Penilaian kami di 26 stasiun dan terminal menunjukkan bahwa hampir seluruhnya memiliki jalur pemandu, tetapi hanya tujuh yang jalurnya tersambung dari titik turun penumpang sampai peron. Sisanya memasang jalur pemandu sebagai potongan-potongan terpisah yang berhenti di tengah ruang tunggu, di depan tangga, atau di titik yang tidak menuju ke mana pun.
Rangkaian yang Seharusnya Tersambung
- Dari titik turun angkutan umum atau tempat parkir menuju pintu masuk.
- Dari pintu masuk menuju loket atau mesin tiket.
- Dari loket menuju pemeriksaan tiket.
- Dari pemeriksaan menuju peron atau ruang tunggu keberangkatan.
- Sepanjang peron, dengan ubin berbintik sebagai penanda batas aman dari tepi peron.
- Menuju fasilitas penting: kamar mandi, ruang menyusui, dan pusat informasi.
Jalur pemandu yang terpotong memberi rasa aman yang keliru. Pengguna tongkat putih mempercayainya sebagai penanda arah, lalu tiba-tiba kehilangan acuan di tengah ruang yang ramai.
Kesalahan yang Sering Berulang
- Jalur Menabrak Tiang. Ubin dipasang lurus tanpa memperhitungkan tiang, kursi tunggu, atau kotak pemadam yang berdiri di jalurnya.
- Tidak Ada Penanda Berhenti. Ubin berbintik tidak dipasang di depan tangga turun, yang merupakan bahaya paling nyata di dalam stasiun.
- Warna Tidak Kontras. Ubin dipasang dengan warna serupa lantai sekitarnya, sehingga tidak membantu penumpang dengan penglihatan lemah.
- Tertutup Barang Dagangan. Jalur tertutup gerai musiman, papan iklan berdiri, atau antrean yang diarahkan petugas.
- Berhenti di Depan Pintu Otomatis. Jalur berakhir sebelum pintu tanpa penanda bahwa ada pintu yang akan terbuka.
Hasil Penilaian 26 Titik
| Aspek | Memenuhi | Tidak Memenuhi |
|---|---|---|
| Jalur Tersambung dari Pintu Masuk sampai Peron | 7 | 19 |
| Penanda Berhenti di Depan Tangga | 12 | 14 |
| Penanda Batas Aman Sepanjang Peron | 18 | 8 |
| Warna Kontras dengan Lantai | 9 | 17 |
| Jalur Bebas dari Penghalang | 6 | 20 |
| Jalur Menuju Kamar Mandi | 5 | 21 |
Perbaikan yang Kami Usulkan
Sebagian besar temuan tidak memerlukan pembongkaran. Menggeser gerai musiman, memindahkan papan iklan berdiri, dan mengubah arah antrean sudah menyelesaikan sebagian besar masalah penghalang. Penyambungan jalur yang terputus memerlukan pemasangan ubin baru, namun panjangnya umumnya kurang dari dua puluh meter per titik.
Yang memerlukan perhatian khusus adalah penanda berhenti di depan tangga. Ini bukan persoalan kenyamanan melainkan keselamatan, dan menurut kami harus dikerjakan lebih dahulu sebelum perbaikan lain, di seluruh empat belas titik yang belum memilikinya.
Kami juga mengusulkan agar pemeriksaan jalur pemandu dimasukkan ke dalam pemeriksaan berkala sarana, bukan hanya pada saat pembangunan. Jalur pemandu mudah rusak, mudah tertutup, dan mudah dilupakan bila tidak ada yang memeriksanya secara rutin.
Ringkasan penilaian ini tersedia pada halaman dokumen. Pengelola sarana yang hendak dinilai dapat mengajukan permohonan melalui halaman layanan.