Lewati ke Konten Utama

Layanan pendampingan gratis, Senin sampai Jumat pukul 08.30–16.30 WIB.

Ukuran Teks
AsiaTogel Inklusi Difabel +62 21 5555 0180

Olahraga19 Mei 2026Bacaan 6 Menit

Warisan Asian Para Games bagi Atlet Difabel

Rombongan atlet difabel berfoto bersama, sebagian memakai kursi roda

Asian Para Games 2018 di Jakarta adalah penyelenggaraan olahraga difabel terbesar yang pernah berlangsung di Indonesia. Perhelatan itu meninggalkan gedung yang diperbaiki, jalur yang dilandaikan, dan yang paling penting, perhatian publik yang selama ini jarang tertuju pada atlet difabel.

Delapan tahun kemudian, kami menelusuri apa yang tersisa. Penelusuran dilakukan bersama anggota di enam wilayah selama Februari sampai April 2026, mencakup wawancara dengan atlet, pelatih, dan pengelola sarana, serta peninjauan langsung ke lapangan.

Yang Bertahan

  • Kesadaran akan Klasifikasi. Pelatih di tingkat daerah kini jauh lebih memahami sistem klasifikasi cabang olahraga difabel, yang sebelumnya hampir tidak dikenal.
  • Jalur Landai pada Gelanggang Besar. Ram, lif, dan kamar mandi yang diperbaiki menjelang 2018 masih berfungsi pada sebagian besar gelanggang utama.
  • Munculnya Klub Baru. Di enam wilayah yang kami telusuri, terdapat 23 klub olahraga difabel yang berdiri setelah 2018 dan masih aktif sampai sekarang.
  • Liputan Media. Pertandingan olahraga difabel kini lebih sering diliput, meskipun masih jauh lebih sedikit dibanding cabang lain.

Yang Kembali Tertinggal

  • Sarana Latihan Harian. Perbaikan terpusat pada gelanggang besar yang dipakai bertanding, bukan pada lapangan dan gedung olahraga kecil tempat atlet berlatih sehari-hari.
  • Peralatan Khusus. Kursi roda balap, kursi roda basket, dan peralatan cabang lain berusia rata-rata di atas tujuh tahun dan sebagian besar tidak lagi diproduksi.
  • Pembiayaan. Sebagian besar klub bergantung pada iuran anggota dan bantuan tidak tetap, sehingga jadwal latihan mudah terganggu.
  • Perjalanan Menuju Tempat Latihan. Persoalan yang paling sering disebut atlet bukan sarana latihan, melainkan cara mencapainya. Angkutan umum yang tidak dapat diakses membuat sebagian atlet berhenti berlatih.

Perhelatan besar memperbaiki tempat bertanding, bukan tempat berlatih. Padahal yang menentukan lahirnya atlet bukan gelanggang yang dipakai dua pekan, melainkan lapangan yang dipakai setiap hari.

Catatan dari Enam Wilayah

Keadaan sarana dan klub olahraga difabel di enam wilayah
WilayahKlub AktifTempat Latihan Dapat DiaksesDapat Dicapai dengan Angkutan Umum
Wilayah 1642
Wilayah 2421
Wilayah 3332
Wilayah 4521
Wilayah 5311
Wilayah 6210

Olahraga sebagai Hak, Bukan Prestasi Semata

Pembicaraan tentang olahraga difabel di Indonesia hampir selalu berpusat pada medali. Padahal sebagian besar penyandang disabilitas yang berolahraga tidak berniat bertanding. Mereka berlatih untuk menjaga kesehatan, memperkuat otot yang jarang dipakai, dan bertemu orang lain.

Kebutuhan kelompok ini berbeda dari kebutuhan atlet berprestasi. Mereka memerlukan lapangan dekat rumah, jam latihan yang lentur, pelatih yang memahami ragam disabilitas, dan cara mencapai tempat latihan yang tidak bergantung pada bantuan orang lain. Keempat hal itu jarang masuk dalam rencana pembangunan olahraga.

Yang Kami Usulkan

  1. Memasukkan penilaian aksesibilitas ke dalam syarat perbaikan seluruh sarana olahraga milik daerah, bukan hanya gelanggang besar.
  2. Menyediakan bantuan peralatan khusus yang bersifat berkala, karena peralatan olahraga difabel memiliki umur pakai terbatas.
  3. Menghubungkan tempat latihan dengan angkutan umum yang dapat diakses, atau menyediakan angkutan antar-jemput bagi klub.
  4. Membedakan program olahraga prestasi dengan program olahraga masyarakat bagi penyandang disabilitas, karena keduanya memerlukan dukungan yang berbeda.

Catatan lengkap penelusuran ini akan diterbitkan pada halaman dokumen setelah diperiksa bersama klub-klub yang terlibat. Klub olahraga difabel yang hendak ikut serta dalam pendataan berikutnya dapat menghubungi kami melalui halaman kontak.

Berlatih Olahraga Tetapi Terhalang Akses?

Sampaikan kepada kami. Catatan Anda menjadi bahan usulan perbaikan sarana olahraga daerah.

Kirim Cerita Anda